The Beatle Of Menak Jingga 2019

The battle of Minak Jinggo merupakan karya printmaking dengan media lino cut on wood. Terinspirasi dari refleksi diri dalam memaknai kekacauan cerita yang berkembang luas dengan berbagai versi sejarah. Keruwetan cerita ini di tulis di Mataram tahun 1736 dengan tujuan politik untuk menyudutkan Blambangan, karena pada waktu itu Blambangan berkonflik dengan Kerajaan Mataram untuk merebutkan hak waris dari tahta Majapahit. Para sastrawan mencampur adukkan kejadian tahun 1406, 1429, 1736, dan 1428 menjadi cerita yang kita ketahui, bahwa Minak jinggo menagih janji dari Ratu Ayu Kencana Wungu untuk menikahinya, akan tetapi sang Ratu menolak karena cacat fisik dari Minak Jinggo. karya seni grafis The Battle of Minak Jinggo ini mengambil salah satu adegan yang jarang ditampakkan dalam ilustrasi cerita tersebut. Dalam adegan tersebut mengandung muatan yang sangat krusial atas tragedi yang besar, minak jinggo vs damarwulan.

Rainha deJapara,senhora poderosa e rica,de kranige Dame-The Queen of kalinyamat 2020

karya print making dengan media lino cut on wood, mengambil tema ratu kalinyamat di jepara. bangsa portugis pernah menulis “rainha de japara, senhora poderosa e rica, de kranige dame” yang berarti: Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani. ratu kalinyamat semasa menjadi raja mengalami kejayaan. angkatan perang kalinyamat bisa dikatakan sangat kuat, terbukti ratu kalinyamat memberikan bantuan kesultanan johor di dalam melawan penjajahan pasukan portusgis pada tahun 1550. bukan hanya kesultanan johor yang mendapat bantuannya, pada tahun 1565, ratu kalinyamat memberikan bantuan kepada orang-orang haitu atau maluku untuk melakukan perlawanan terhadap pasukan portugis. ratu kalinyamat membantu kesultanan aceh darussalam pada tahun 1574 melawan portugis. karya seni grafis ini mengisahkan sejarah ratu kalinyamat yang menggambarkan kekuatan perempuan indonesia.

Suminten’s a crazy girl 2020

karya print making ke 3 ini menggunakan media lino cut on wood. karya print making ke 3 mengangkat cerita -Suminten Edan adalah sebuah roman atau cerita legenda asli daerah Trenggalek yang melibatkan 2 wilayah tetangga, yaitu Ponorogo dan Kediri, Cerita ini mengisahkan seorang gadis anak petani biasa yang tak jadi menikah dengan sang Pangeran sehingga kesedihannya harus membuatnya jatuh sakit yang akhirnya harus lupa ingatan. Cerita ini sangat di kenal Masyarakat 3 wilayah, (trenggalek, ponorogo dan kediri).
cerita ini mengisahkan perangnya antar warok yang sama-sama sakti dalam satu seperguruan dikarenakan membela anaknya masing masing untuk dinikahi oleh mas subroto, anak dari bupati di salah satu wilayah terbesar di kediri.

Note: The text above was written by the Artist. No modification was made by COCA.

STUDIO RAJA SINGA

Indonesia

STUDIO RAJA SINGA
Studio Raja Singa didirikan sejak awal tahun 2019, oleh sepasang anak adam dan hawa yang saling mangasihi dan mendzolimi; yakni Nur Iksan (Breykele) yang berjenis kelamin laki-laki dan ANA berjenis kelamin perempuan. Studio Raja Singa bercongol di Jalan Puring no 32 B, RT 05/RW 02, Krajan, Sumbersekar, Dau – Malang, 65151. Kesengajaan berdirinya studio raja singa ini untuk memenuhi hasrat libido berpikir, bereksplorasi serta berekspersi di wilayah Seni Rupa khususnya Seni Rupa Murni Grafis.
KONSEP KARYA STUDIO RAJA SINGA
Melalui seni dengan genre sejarah, budaya di Indonesia; serta diiringi semangat lokalitas sebagai dasar pijakan seni kontemporer yang dimana prinsipnya adalah kembali ke akarnya; maka kami (seniman Raja Singa) berusaha untuk mengenalkan kehidupan para leluhur kita. Belajar dari sebuah tragedi sejarah, untuk menjadi pondasi moral serta etika ketika angin modernitas menerpa bangsa ini dengan mengangkat “KOMEDI=TRAGEDI+WAKTU” sebagai rumus karya

Share this Artist